Mungkin Anda Pernah Tahu “Petualangan Sherina”. Kalo Ini Aku Kasih Judul “Petualangan Andi” Ajalah…

Berawal dari cerita punya cerita. Setelah UAS, Aku ama kawan2 ku punya rencana refreshing. Camping ke pulau sempu, camping di pantai papuma, camping di pantai bajul mati, camping di pantai goa cina, camping di gunung welirang. Dan akhirnya, semuanya gagal terlaksana seiring kawan2 ku yang pengen ngadain acara refreshing setelah UAS juga banyak yang mengundurkan diri, entah dengan berbagai alasan. Akhirnya yang tersisa hanya 4 orang, seperti biasa kami berempat pun mengadakan diskusi kembali “mau kemana tentang tujuan yang kami tempuh??”.

Dengan waktu yang sangat singkat pada waktu itu hari kamis 2 Februari 2012, kita sepakat akan menempuh perjalanan menuju ke Daerah Blitar Selatan (tepatnya lokasi pantai keben). Setelah pulang dari kampus aku langsung packing semua perlengkapan yang akan aku bawa besok, tak lupa juga beberapa jenis peralatan emergency yang aku dapatkan ilmunya pada waktu aku mengikuti ekskul  SAKA BAHARI di saat SMA. Packing sudah, saatnya searching di internet “Aku pengen tahu. Apa, bagaimana, dimana lokasinya, dan kondisi tentang pantai keben itu??”. Ternyata cuman ada 2 website yang mem posting kan seluk-beluk seputar pantai keben. Dengan sedikit informasi, ga ada jalan lain “aku print itu semua informasinya” buat pegangan kita ber empat. Mungkin cerita dari ku ini postingan ke tiga yang beredar di internet, soalnya yang aku tahu sih seluk-beluk pantai keben di posting di internet pertama sekitar tahun 2009 an, dan yang ke dua sekitar tahun 2011 bulan agustusan gituu…

Jum’at 3 Februari 2012, seperti biasa…. di kampus ku ada kegiatan apel pagi, setelah apel pagi selesai kita berkumpul dan berdiskusi kembali akan semua persiapan penjelajahan kita. Jam 10.00 WIB kita janjian langsung kumpul di Stasiun Semut, Surabaya. Dikarenakan kereta api Penataran yang akan kita naiki berangkat pukul 10.40 WIB. Sialnya!!! aku kumpulnya telat men. Aku masuk gerbang stasiun, eeeeh… kereta api Penataran nya udah berangkat. Untung kawan2 ku bukan tipe orang egois, coba kalo mereka egois mungkin aku udah di tinggal yaa?? heheheeee… thankz yo rek!! (A+R+Y). Sesampainya di stasiun aku langsung parkir motor lalu bergegas menghampiri mereka ber 3, dengan rasa kecewa kawan2 ku dengan aku, dan dengan rasa  belas kasihan ku kepada kawan2 ku akan keterlambatan ku yang menggagalkan kita semua naik kereta api Penataran. Untungnya!!! ada kereta api Dhoho yang akan berangkat pukul 10.50 menuju Blitar. Ga pake lama, beli tiket, naik kereta.

1

2

Akhirnya kereta pun berangkat menuju Blitar. Selama perjalanan kita pun sesekali membaca tentang deskripsi singkat seadanya tentang tujuan kita, agar ada gambaran jika kita telah sampai di tujuan. Tak terasa tepat pukul 17.00 WIB kereta sampai di stasiun blitar

3

Rudi – Arfan

4

Yelison – Andi

setelah sampai, kita pun mencari angkot yang menuju terminal lodoyo. Untuk mengisi tenaga kita pun makan di warung soto sekitar stasiun, sambil menikmati nasi soto kita pun berbincang dengan penjual soto. Ternyata, kata si bapak penjual soto “waaah sesudah maghrib tidak ada angkot yang menuju terminal lodoyo maas…”. Tak mengurangi ambisi kita, pokoknya malam ini harus sudah sampai terminal lodoyo. Kita pun nekat tuk berjalan kaki, cuaca pun di saat itu gerimis… akhirnya tuk melepas lelah kita pun beristirahat sambil melakukan sholat maghrib di sebuah mesjid di jalan melati. Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan, sampai traffic light jalan melati akhirnya kita pun mendapatkan tumpangan sebuah pick up yang sedang mengangkut lemari.

5

6

7

kita pun turun di lampu merah terminal lodoyo. Tak lupa kita mengucapkan banyak terima kasih pada bapak supir pick up ber nopol AG 8566 KK, yang udah berbaik hati memberi tumpangan pada kita malam itu. Setelah berjalan kita pun mampir sejenak ke sebuah swalayan tuk membeli cadangan perbekalan berupa gas portable biar ga ke habisan gas nantinya, mereka bertiga masuk dalam swalayan sedangkan aku menunggu di luar swalayan sambil nungguin tas mereka sialan mereka kira aku penitipan tas apa??. Tapi gapapa deh… itung2 aku bisa istirahat sejenak. Kalian pasti setuju kalo ada pepatah mengatakan “Menunggu adalah suatu hal yang membosankan” begitu juga dengan aku, pikirku “daripada jenuh nungguin mereka mending poto2 aaah, sapa tau bisa di buat cerita”

8

setelah mereka mendapatkan gas portable dalam swalayan tersebut, akhirnya kita melanjutkan perjalanan lagi. Kita muter2 di sekitar terminal lodoyo mencari tempat yang nyaman tuk kita tempati bermalam, agar keesokan harinya kita dapat melakukan perjalanan kembali. Sudah hampir 2 jam kita muter2 di daerah situ2 aja tapi kok ga ada tempat yang nyaman?? kebetulan ada warung, di situ lah kita membeli minuman dingin tuk menghapus rasa dahaga. Pas, di samping warung itu ada sebuah pos kamling warga sekitar, kita di persilahkan tuk istirahat sebentar di pos kamling itu, ga pake lama, kita pun ambil posisi senyaman mungkin tuk merebahkan badan yang sudah terasa sangat capek.

9

10

tak terasa waktu kita beristirahat sejenak di pos kamling itu menunjukkan pukul 22.30. Kita pun akhirnya di sarankan oleh warga sekitar tuk beristirahat di teras kantor kecamatan setempat yang jaraknya ga jauh dari pos kamling tersebut, yaaaa kira2 500 meter an lah… akhirnya kita pun menuju kantor kecamatan tersebut, tepatnya kantor kecamatan Sutojayan, kelurahan Lipang. Kita lihat memang di teras itu ada beberapa warga dan juga pedagang asongan yang kebetulan tak memiliki tempat tinggal dan selalu bermalam di teras itu. Tak ambil pusing, badan sudah capek mata sudah ngantuk berat, aku keluarkan ponco dari dalam tas ku, aku lebarkan di bawah sebagai alas kita tidur dang tas kita atur berjejer sebagai bantal namanya sudah kepepet bung?? yaaa mau gimana lagi!!!. Dan!!! inilah gambarnya:

11

Sumpah!! ga kuat dengan keadaan seperti itu… bukanya apa??? nyamuknya meeen!!! ga tahaaaaan… 😀 tidur jadi ga nyaman… Si Arfan pun ngajak aku jalan2 melihat sisi malam di area sekitar, okelah… ku ladenin… pas jalan! ga sengaja mata ini tertuju ke sebuah kalimat yang sudah tidak asing

12

wkwkwk… kebetulan aku bawa kamera “niatnya aku bawa kamera sih untuk jaga2, sapa tau ada apa2” pas!! ada kalimat gitu jepret daaaah… “peringatan unik nih..” pikir aku. Ternyata ga jauh beda ama di Surabaya, katanya sih kalo sebuah kalimat tidak ada akhiran kata itu nya KURANG MANTAB, ya ga?? 😀

Untuuuung ada swalayan yang buka 24 jam, ga pake lama, aku masuk, cari pembasmi nyamuk oles, dapat!! Aku bersama Arfan pun kembali ke tempat semula tuk melanjutkan tidur yang nyenyak hingga pagi menjelang. Pagi sekitar pukul 06.00 WIB kami pun semua bangun dari tidur semalam, tuk bersiap menuju ke terminal lodoyo, berharap agar mendapatkan angkutan paling pertama yang akan mengantar kami kedesa Ngeni.

13

14

dan sesampainya di terminal lodoyo, kita pun bertanya pada warga sekitar “angkot yang menuju desa ngeni kapan berangkatnya??” dan warga sekitar pun memperkenalkan pada kami dengan salah seorang  supir angkot yang akan berangkat ke desa ngeni. Namanya “Pak Pandi” kita pun berbincang dengan beliau, serta menceritakan tentang tujuan kita, kata pak pandi “kalo pantai keben itu daerahnya dekat sama pantai pudak mas… warga pun jarang ada yang tau akan keberadaan pantai keben paling taunya yaaa pantai pudak, kalo saya ceritakan urutan lokasinya dari timur kebarat itu pantai dung dowo, pantai pudak, lalu pantai keben, nah.. di sebelahnya pantai keben pun itu ada yang namanya pantai jebring… kalo pantai jebring itu tempat penambangan pasir. Kalo dari desa ngeni menuju desa wonotirto kecamatan ngadipuro (lokasi terdekat dari pantai2 itu) itu jauh lho mas… yaaaa sekitar 5 kilometer an lagi keselatan” setelah berbincang sambil tawar menawar dengan pak supir… dan pak supirnya pun mau mengantarkan kita dengan syarat ongkos nambah… wkwkwk…. sudah wajarlaaaah. Pukul 08.30 WIB berangkatlah kita bersama penumpang lainnya yang akan menuju desa ngeni, dan turun lah penumpang angkot lainnya di lokasi sekitar desa ngeni, yang tersisa sekarang hanya kita berempat yang akan melanjutkan perjalanan ke lokasi yang kita sepakati tadi dengan bapak supir. Dari desa ngeni menuju desa wonotirto memang menempuh perbukitan yang lumayan jauh tapi walaupun jauh, sebanding dengan pemandangan alam yang di tawarkan, dan lalu kawan saya Rudi pun tak ingin melupakan pemandangan indah yang ada di sana.
15

Mobil angkot pun berhenti, dan pak supir berkata “mas saya cuman bisa ngantar sampe sini aja yaaa… soalnya kalo terus keatas, mobilnya ga bisa lewat, jalanya sangat terjal mas, bentar aja kok… nanti mas nya jalan terus aja naik…itu turun sudah kelihatan laut lepas” kita pun menjawab “ohh iya pak… terima kasih…”, kita pun bertukar nomor ponsel dan janjian di tempat ini agar besok minggunya sekitar pukul 12.00 WIB bapak supir angkot menjemput kita dan mengantarkan kita kembali. Kita pun mulai berjalan naik menyusuri jalan setapak.
16
17

sambil berjalan terdengralah suara deburan ombak besar di arah depan kita yang tak terlihat karena tertutup oleh bukit. Suara deburan ombak membangkitkan semangat kita tuk terus berjalan menuju pantai. Akhirnya…. WOWWW!!!
19

kita berempat pun tlah melihat laut lepas. Semakin bersemangat tuk menuju perbatasan antar daratan dengan lautan di depan, jalan kaki teruuuus…. yaaaah!! semakin dekat!!!
20

jalan yang kita tempuh pun bukan hanya bukit yang terjal melainkan ladang tebu entah milik siapa itu juga mewarnai halang rintang nya dataran bukit yang kita lewati…
18

demi mencapai tujuan, kita pun rela bersusah-payah menerobos ladang tebu yang sangat tinggi, hanya mengandalkan feeling kita berjalan karena tak terlihat apa – apa (kanan – kiri, depan – belakang hanya ada tanaman tebu) kulit pun terasa pedih karena tusukan duri2 daun tebu. Karena sebuah tekat. LANJUUUUT!!!
21

yapp!! tinggal sedikit lagi kawan… kita sampai di bibir pantai!!!
22

WOWW!! akhirnya… Subhanallah… 🙂
23
24
26
27
28
29
31
32
33

besarnya ombak di lokasi pantai tidak memberanikan kita tuk terlalu jauh dari bibir pantai, apa lagi mengingat laut lepas tersebut sudah samudra Indonesia dan juga tidak ada nya yang berani menolong jika kita terseret arus air laut “sebenernya sih pengen banget renang… tapi mau gimana lagi?? ya sudahlah” 🙄
34
35
36

Selagi kita bersenang2… terlihatlah 3  orang yang sedang berada di tepian batu karang di pinggir pantai. Kita pun mencoba mendekati orang tersebut karena rasa penasaran yang kita ingin tahu terhadap orang – orang tersebut “ngapain sih orang itu & apa sih yang dilakuin??” setelah kita tahu, ternyata orang tersebut sedang berburu udang lobster… ngobrol punya ngobrol ama orang2 tersebut mereka pun berkata “lhooo ini pantai dung dowo dek… bukan pantai keben… kalo pantai keben, masih keselatan lagi” batin kita pun “huuuuuuh 😦 “. Tak menyurutkan niat kita ber empat tuk menemukan pantai keben, sesudah menikmati pantai dung dowo kita pun kembali melanjutkan perjalanan menemukan arah menuju ke pantai keben, dengan mengandalkan jejak jalan setapak serta print2an deskripsi singkat itulah yang menjadi pegangan kita tuk berani melangkah mencari arah menuju pantai keben. Rasa lelah pun menghambat perjalanan kami di tambah kaki ku yang telah lecet di karenakan gesekan sandal gunung yang aku pakai. Tak apalah… “kalo udah gini masa mau mati di sini??? pokoknya optimis ae” gitu bathin ku. Sesekali berjalan… sesekali istirahat… sesekali berjalan… sesekali istirahat… begitulah seterusnya. Untung ada ladang tebu milik warga yang tumbuh subur di perbukitan itu, tebu itulah 1 – 1 nya energi yang menjadi pendukung kita ber empat andai tidak ada ladang tebu mungkin aku sudah nyerah akan perjalanan petualangan ini . Sambil berjalan sambil kita menghisap isi tebu itu, Alhamdulillah… Tuhan masih bersama kita. Kira2 telah berjalan 3 kilometer an lah “bayangkan aja kalo kalian berjalan 3 kilometer dengan suasana & kondisi seperti ini SANGGUP GA ENTE?? kecuali Militer lho yaaa 😀 “. Selalu di bingungkan oleh jalan setapak yang bercabang tiga/ pertigaan, lagi – lagi feeling dan print2an deskripsi itulah yang menguatkan kami tuk mengambil keputusan arah yang kita tempuh. Sesekali kami berteriak “ooooeiy…!” berharap ada seseorang/ petani yang menyambut penggilan kita, akhirnya perbuatan kita dalam berteriak pun tak sia2 ternyata ada petani yang menyambut panggilan kita, kita pun bertanya “arah ke pantai keben pak!!” petani pun menjawab “teruuuus!!” kita pun balik menjawab “terima kasih pak!!!” dia pun menjawab “yaaaa ati2 yaaa!!!”, berkomunikasi tanpa tatap muka 😀 . Jalan terus…. capeeek??? lanjuuuut!!! :D. Keliatanya selama 2 jam perjalanan kita tidak sia2, dari pantai dung dowo mencari pantai keben menyusuri ribuan halang rintang yang begitu mengganggu. Subhanallah…. ini kawan yang kita cari!!! 😀 😀 😀
37

Terkadang terasa pesimis,namun bangkitlah dengan bayangkan euforia yg nanti kalian raih 💡
37

Walopun capek tapi terbayar oleh keindahan yang kita cari, memang benar kalo mau enak harus berusaha susah dahulu, ga ada yang namanya kenikmatan secara instan 💡
40

Aku K.O. men…… hadeuuuh… 😦
DSC00063

* sorry yaaa ceritanya ntar berlanjut… cz aku nya capek banget tuk nerusin nulis, lgian jg lagi sibuk skripsi… ntar pasti aku terusin kuq ceritanya… sabar yaaa… check terus aja ceritanya kalo lagi on line.. 🙂

Iklan

Tentang Andi (Nurse Boy)

AKU TUH ASIK BANGET PRIBADINYA (kalo udah tau sela nya), APA ADANYA, CARE, & YANG PASTI-PASTI AJA LAAAAH... :)
Pos ini dipublikasikan di MY DIARY dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Mungkin Anda Pernah Tahu “Petualangan Sherina”. Kalo Ini Aku Kasih Judul “Petualangan Andi” Ajalah…

  1. Rudi Kurniawan berkata:

    teruskan “PETUALANGAN” bro…
    HAHA…

  2. sninacr berkata:

    bang ayoo crita nyaaa ndang lanjutin poo 😀

  3. sninacr berkata:

    hooo gitu ya. oke ditunggu (y) wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s