Konsep Diri (Peran)

Disusun Oleh : Muhammad Ananggadipa

Institusi : Stikes Hang Tuah Surabaya

Nim :081.xx62

 

 

 

A. Pengertian

Konsep diri didefinisikan sebagai semua pikiran keyakinan dan kepercayaan yang membuat seseorang mengetahui tentang dirinya dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. Individu dengan konsep diri yang positif dapat berfungsi lebih efektif yang terlihat dari kemampuan intelektual dan penguasaan lingkungan.

Individu dengan konsep diri yang negatif dapat dilihat dari hubungan individu dan sosial yang maladaptif. Komponen konsep diri dapat dilihat darilimakomponen yaitu gambaran diri, ideal diri, harga diri, peran dan identitas diri.

Menurut Beck, William and Rawlin 1986 hal 293 pengertian konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh meliputi fisik, emosional, intelektual, sosial dan spiritual.

Pada usia lanjut individu mengalami perubahan fisik maupun psikologis yang dapat menjadi pencetus terjadinya gangguan konsep diri. Pandangan individu tentang dirinya dipengaruhi oleh bagaimana ia mengartikan pandangan orang lain tentang dirinya termasuk keluarganya.

Peran adalah suatu pola sikap, nilai dan tujuan yang diharapkan dari seseorang yang berdasarkan posisinya dimasyarakat. Sementara untuk posisi tersebut merupakan identifikasi dari status atau tempat seseorang dalam suatu sistim sosial dan merupakan perwujudan aktualisasi diri. Peran juga diartikan sebagai serangkaian perilaku yang diharapkan oleh lingkungan sosial berhubungan dengan fungsi individu dalam berbagai kelompok sosial.

Penampilan peran adalah serangkaian perilaku yang diharapkan oleh lingkungan sosial berhubungan dengan fungsi individu diberbagai kelompok sosial atau masyarakat. Peran yang ditetapkan adalah peran dimana seseorang tidak mempunyai pillihan. Peran yang diterima adalah peran yang terpilih atau dipilih oleh individu .

 

B. Stres Peran

Posisi dimasyarakat dapat merupakan stresor terhadap peran karena struktur sosial yang menimbulkan kesukaran, atau tuntutan posisi yang tidak mungkin dilaksanakan. Stres peran terdiri dari :

1) Konflik peran, dialami jika peran yang diminta konflik dengan sistem individu atau dua peran yang konflik satu sama yang lain.

2) Peran yang tidak jelas, terjadi jika individu yang diberi peran yang tidak jelas dalam hal perilaku dan penampilan yang diharapkan.

3) Peran yang tidak sesuai, terjadi jika individu dalam proses transisi merubah nilai dan sikap. Misalnya, seseorang yang masuk dalam satu profesi, dimana terdapat konflik antara nilai individu dan profesi.

4) Peran berlebih, terjadi jika individu menerima banyak peran misalnya, sebagai istri, mahasiswa, perawat, ibu. Individu dituntut melakukan banyak hal tetapi tidak tersedia waktu untuk menyelesaikannya. (Keliat, 1992)

 

C. Faktor-faktor Penyesuaian Peran

Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam menyesuaikan diri dengan peran yang harus dilakukan, yaitu :

1) Kejelasan perilaku dan pengetahuan yang sesuai dengan peran

2) Konsistensi respon orang yang berarti terhadap peran yang dilakukan

3) Kesesuaian dan keseimbangan antar peran yang diemban

4) Keselarasan budaya dan harapan individu terhadap perilaku peran

5) Pemisahan perilaku yang akan menciptakan ketidak sesuaian perilaku peran

Iklan

Tentang Andi (Nurse Boy)

AKU TUH ASIK BANGET PRIBADINYA (kalo udah tau sela nya), APA ADANYA, CARE, & YANG PASTI-PASTI AJA LAAAAH... :)
Pos ini dipublikasikan di MATERI PENDIDIKAN KESEHATAN. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s